Home » Blog » Opini » Pintar dan Bodoh hanyalah Mitos

Pintar dan Bodoh hanyalah Mitos

pintar dan bodoh

Pintar dan Bodoh itu hanyalah sebuah mitos menurut saya. Hal ini sudah saya buktikan, bertahun-tahun mencoba mencari tahu apa sebenarnya makna pintar dan bodoh itu. Ternyata Pintar dan Bodoh hanyalah istilah, atau sebutan semata untuk: Orang-orang yang malas dan rajin.

Definisi Pintar dan Bodoh

Ketika anda malas, anda akan dibilang Bodoh, bagaimana tidak..karena anda tidak banyak belajar dari tindakan anda. Orang yang malas adalah:

Orang yang cenderung tidak melakukan hal-hal berguna yang bisa membantu untuk mengembangkan kehidupannya

Pengembangan kehidupan tersebut seperti: perilaku, pola pikir, cara bersosial, cara memandang masalah, mengembangkan ilmu pengetahuan, dsb.

Sebaliknya orang yang disebut pintar adalah orang yang bergerak. Ya orang yang bergerak, bertindak, dan keluar dari zona nyamannya. Bergerak bukan berarti menggerakkan anggota tubuh, namun bergerak untuk mengembangkan diri, seperti: membaca buku, membaca literatur di internet, hingga mencari pengalaman memasak di dapur.

Dan pintar juga ada batasnya, sebut saja Albert Einstein yang katanya orang ber-IQ diatas rata-rata. Studi Kasus seperti ini:

Ketika beliau diajak duel dalam satu pertandingan yang mendadak diadakan untuk bikin Karedok ter-enak. Dan lawan duelnya adalah mamang karedok yang udah 10 tahun jualan karedok di pinggiran pasar kira-kira siapa yang menang?

albert einstein kata bijak

Albert Einstein tidak mempelajari cara membuat karedok ter-enak di dunia, jadi dia tidak lebih pandai dari tukang jual karedok yang sudah puluhan tahun berjualan karedok.

Anda bisa dibilang pintar, namun untuk menjadi seorang ahli anda harus mendalami satu bidang ilmu secara mendalam.

Begitupula dengan dunia pendidikan, belum tentu orang yang sudah sekolah bahkan kuliah setinggi langit bisa dibilang pintar, mereka belum tentu pintar disuruh bikin karedok (upss..). Jadi jangan pernah minder jika kamu masih belum punya biaya untuk melanjutkan ke tingkat sekolah yang lebih tinggi.

Bedanya jika anda sekolah anda akan lebih diarahkan dalam belajar sesuatu, dan arahnya sudah jelas yaitu berdasarkan kurikulum. Namun jika anda belajar secara otodidak, arahnya anda yang tentukan sendiri. Tidak ada yang salah, hanya masalah pilihan. Jika anda merasa sangat yakin dengan arah belajar anda, silakan bikin kurikulum sendiri. Namun saran saya, jika mempunyai dana, ikutlah pendidikan formal.

Kesimpulan

Jadi Pintar dan Bodoh itu sebenarnya hanya istilah kata-kata saja, yang benar adalah Rajin dan Malas. Lalu anda akan menjadi seorang Pakar (ahli) ketika anda belajar lebih dalam untuk satu bidang yang anda tekuni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *