Mari Membahas Lagu Sambas

Lagu Sambas

Lagu Sambas maksudnya adalah lagu yang berasal dari Daerah Sambas di Provinsi Kalimantan Barat. Mengapa jadi se-istimewa ini sehingga harus di bahas? Karena jika kita bicara soal lagu sambas artinya kita bicara tentang Suku Melayu yang ada di Kota Sambas dan sekitarnya.

Artikel ini adalah saduran dari sebuah blog yang sangat luar biasa yang tidak sengaja saya temukan ketika surfing di jagat internet. Blog itu di beri nama Etnomusikologi Sambas oleh si empunya. Semoga kita bisa berkenalan dan ngopi se-meje agar dapat bertukar pikiran membahas budaya-budaya sambas yang masih harus kita gali lebih banyak lagi. Dan mulai sekarang anggap saja kita sudah berteman 😀

Adapun maksud dan tujuan saya dalam menulis kembali tentang Lagu Sambas ini yaitu tidak lain karena ingin turut membantu melestarikan budaya melayu sambas yang kita tidak tahu akan seperti apa kedepannya nanti. Walaupun saya bukan berasal dari Kota Sambas, namun saya juga berdarah melayu, dan sangat menyukai segala hal yang berhubungan dengan adat dan budaya disekitar saya.

Pada artikel ini saya tidak akan membahas pengertian dan sejarahnya, karena anda bisa dapatkan di dalam blog yang sudah saya bahas diatas. Namun saya hanya akan berfokus pada Ciri dan Judul Lagu-lagu yang berasal dari daerah sambas.

Ciri-Ciri Lagu Sambas

Adapun ciri lagu-lagu sambas dapat dibedakan dari 3 unsur lagu yaitu: lirik, irama, dan melodinya. Agar lebih jelas, berikut pemaparan yang dijelaskan oleh teman saya tersebut.

Ciri Lagu Sambas

  1. Berdialek Sambas

    Liriknya ber-bahasa Sambas.

  2. Terinspirasi dari cerita rakyat dan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan rakyat yang pernah terjadi di permukiman rakyat tersebut.

    Contoh: lagu Batu Ballah, Bantelan, Sungai Sambas Kebanjiran, Kapal Belon dan lain-lain.

  3. Lirik berbentuk pantun

    Contoh :
    Cak uncang burong cak uncang
    Ape diguncang dalam timpurong
    Anak dare supan ngan bujang
    Cacca’ ke dapor melantong-lantong

  4. Irama

    Irama mendayu, mengalun, dan terdapat cengkok-cengkokan khas irama Melayu yang sederhana yang menjadi identitas budaya Melayu Sambas yang halus.

  5. Mengandung pesan moral

    Lagu-lagu sambas banyak mengandung pesan moral (nasihat) untuk para pendengarnya.

  6. Lambang Budaya

    Lagu sambas melambangkan budaya Sambas.

Judul Lagu Sambas

Sudah banyak sekali lagu-lagu sambas yang kita dengar hingga saat ini, walaupun ada beberapa diantaranya yaitu lagu yang berumur sudah sangat tua, dan paling sering dinyanyikan oleh para tetua di tanah sambas (CMIIW). Beberapa lagu diantaranya adalah :

  1. Cik-cik Periok
  2. Wak-wak Ampek
  3. Batu Ballah
  4. Alon-alon

Lagu-lagu tersebut diatas mencerminkan kehidupan sosial masyarakat yang masih asli, selain itu ia didukung oleh nadanya yang masih Pentatonik (nada yang sederhana dan natural).

Lalu Bagaimana dengan 4 buah lagu di sebelah? Apakah lebih muda dari 4 Lagu diatas? 
Mungkin teman kita dapat menjelaskannya.  

  • Cak Uncang
  • Alok Galing
  • Kap-kap Undang
  • Tandak Sambas

Namun saya juga masih kurang mengetahui apakah lagu di bawah ini juga lagu yang sudah sangat tua seperti diatas, atau lagu-lagu terbaru berbahasa sambas yang diciptakan oleh putera melayu asal kalimantan barat. Karena saya baru mendengar lagu-lagu di bawah ini dalam beberapa tahun kebelakang. Bukan saat saya masih kecil. Jika ada yang salah, mohon koreksi pada komentar di bawah ya. Berikut Lagu-lagu sambas terbaru yang saya dapatkan :

  • Dato’ Kullub
  • Panton Pinangan
  • Dari Saing
  • Saerah
  • Rabbas
  • Bubor Paddas
  • Punji kite
  • Betantang Mate
  • Simberapian
  • Sarang Bubut
  • Bantelan
  • Sambas Gek Dolok
  • Lumba Perau
  • Salo’
  • dan masih banyak lagi…

Penutup

Untuk tulisan penutup ini saya isi dengan pesan yang selalu saya ucapkan kepada teman-teman disaat membahas adat dan budaya masing-masing, yaitu:

MARI KITA LESTARIKAN ADAT DAN BUDAYA KITA, AGAR KELAK TIDAK HILANG DI TELAN ZAMAN.

Armin
Star Rating
4.5

Summary

Lagu Sambas adalah lagu daerah yang berasal dari wilayah Sambas dan liriknya menggunakan bahasa melayu Sambas.
Menurut sejarah, ada beberapa lagu Sambas tertua seperti Cik- Cik Periok, Alon-alon, Batu Balah, Wak-Wak Ampek adalah lagu yang diperkirakan sekitar 150 tahun yang lalu. Hal tersebut dapat dilihat dari nada dan alunana lagu yang masih cukup sederhana dan menggambarkan masyarakat terdahulu.

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *