Home » Blog » Opini » Budaya Gratis tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Budaya Gratis tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

budaya gratis

Budaya Gratis itu seperti apa sih? Taukah kamu bahwa hampir seluruh orang di dunia ini sangat menyukai hal yang gratisan? Untuk membuktikan anda bisa survey dari review rating di Google Play. Berapa banyak pengguna yang mengeluh karena aplikasi gratis tersebut ternyata masih mempunyai iklan di dalamnya. Kehancuran Blackberry Messenger dikarenakan terdapat iklan di Recent Updates nya lalu digantikan oleh WhatsApp yang tidak/belum menampilkan satupun iklan di dalamnya.

Siapapun menyukai hal yang bersifat gratis karena pada hakikatnya kita tidak perlu melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, istilahnya hanya ongkang-ongkang kaki atau modal dengkul. Hal ini disebabkan karena sifat yang paling mendasar lagi yaitu:

Semua Manusia pada dasarnya Pemalas

Saya berani katakan hal ini karena kenyataan yang sudah disaksikan dilapangan maupun dari dunia maya yang di lihat dari berbagai belahan dunia. Memang ada beberapa organisasi sosial di lingkungan sekitar kita, namun hal itu juga butuh motivasi untuk membuat mereka semangat dalam bergerak. Dan motivasi tersebut bukanlah UANG!

Budaya Gratis adalah Tentang Ikhlas atau Tidak

Kita tidak pernah tahu sifat dan karakter masing-masing orang disekitar kita walaupun terlihat seperti malaikat kebaikan dari cara bicara, tutur kata, penampilan, dan tindakannya. Pasangan suami istri yang telah lama hidup bersama pun masih tetap mengalami cekcok dalam kehidupan berumahtangganya. Namun kita bisa tahu dari sikap dan cara berpikirnya yang akhirnya kita berani untuk memutuskan bahwa dia adalah partner sejati yang bisa diajak bekerjasama entah dalam waktu berapa lama.

Ketika kita menemukan suatu kejadian dimana hal yang kita kira gratis ternyata berujung dengan pemberian nilai dari hal gratis tersebut artinya kita sudah bertemu dengan suatu sikon dimana hal Gratis tersebut ternyata tidak benar-benar gratis. Anda juga perlu membayarnya walaupun tidak berupa wujud yang sama ataupun sejumlah uang.

Namun semua itu biasanya akan berakhir dengan normal kembali ketika kita memberi nilai hal gratis tersebut dengan uang. Ya ini zaman dimana segalanya diukur dengan uang. Semua orang perlu uang, walupun bukan uang yang menjadi pegangan hidup kita sebenarnya. Uang hanya sebagai jembatan untuk kita agar semua ego dan nafsu kita terpenuhi.

..jangan hidup dalam budaya gratis yang berlebihan, karena hidup ini juga perlu usaha. Namun jangan juga menagih kembali hal yang sudah kita gratiskan, karena itu bukanlah keikhlasan!

Penutup

Sebaiknya jangan terlalu mengamalkan budaya gratis, karena hidup ini juga harus diperjuangkan. Bagi kamu yang akan mendapatkan pelayanan atau apapun yang bersifat gratis, sebaiknya diteliti dulu. Karena belum tentu semua yang dikatakan gratis itu benar-benar gratis, mungkin ada udang dibalik bakwan syarat dan ketentuan yang berlaku di dalamnya dan tanpa kita sadari karena tidak di informasikan/dibicarakan sebelumnya.

..jangan dibahas lagi segala kebaikan yang sudah kamu lakukan, apalagi dengan memberi nilai besar dan kecil didalam kebaikan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *