Belajar Mengenal Islam dari Terkecil dan Terbesar

Belajar mengenal islam adalah salah satu kurikulum hidup yang seharusnya dipelajari oleh pemeluk agama islam. Namun tidak harus juga buat yang beragama islam, kamu yang beragama lain juga silahkan. Do what you do best.

Menulis artikel yang berhubungan dengan Agama sebenarnya kurang menjadi minat saya, karena dianggap terlalu sensitif, apalagi untuk di Indonesia. Orang sudah pada berani mainin agama buat kepentingan diri sendiri. Goblok.

Mari Belajar mengenal islam secara Ringan

Saya mempelajari sesuatu yang menurut saya berat yaitu dengan cara membuatnya menjadi ringan terlebih dahulu, apapun itu. Tidak terkecuali untuk agama.

Walaupun ada satu bidang yang tidak bisa dibuat ringan yaitu Belajar Bahasa (Ntar kita bahas ya cara belajar bahasa).

Sebelum masuk kedalam materi, saya ingin menegaskan satu disclaimer, yaitu:

"Cara belajar ini murni dari saya sendiri, jika tidak cocok. Jangan diteruskan!"

Tips Belajar agar terasa Mudah

Ada 3 hal yang ingin saya sampaikan agar sebelum memulai belajar, kamu tidak merasa terbebani. Seperti orang-orang yang mengaku (modus) udah tua, padahal aslinya

memang malas untuk belajar. Anjing banget!
  • Tidak Perlu pake Niat yang terlalu Serius
  • Dipecah dulu dan cari yang mudah dicerna
  • Bikin kesimpulan

Kalau kamu menerapkan 3 prinsip diatas, kamu akan lebih mudah ingat.

Karena saya paham ketika pembimbingmu bicara akan “Niat” saja, kamu sudah pasti merasa kesulitan untuk memulai, karena itu kata-kata yang cukup berat dijalani namun mudah sekali di ucapkan. Betul?

Belajar Tentang Islam dengan memecahnya

Anggap saja yang ingin kita pelajari adalah sebuah tiang yang menjulang, cara termudah adalah dengan:

memikirkan tiang bagian terbawah dan teratas saja dulu. Selanjutnya baru perlahan ke tengah.

Saya belajar mengenal islam dengan cara memikirkan hal yang terkecil dan terbesarnya.

Karena prinsip ketuhanan didalam islam merupakan kepercayaan yang vertikal.

artinya kita dituntut untuk percaya dengan keberadaan TUHAN.

Bagaimana kita bisa percaya dengan tuhan khususnya Allah dalam agama islam?

Saya hanya cukup memikirkan tentang ciptaan terkecilnya dan terbesarnya dulu.

Masih belum ketengahnya lho.

Ciptaan terkecil dari Allah dan dapat kita lihat yaitu

Otak

Saya mengagumi kinerja otak, dan saya berani mengklaim bahwa tidak ada satu pun algoritma didunia ini yang mampu menyamakan Otak ciptaan Allah.

Armin Martajasa

Kamu suka belajar Artificial Intelligence (Sistem Pakar)? Saya tantang kamu membuat Robot yang punya otak sehingga robot tersebut punya hati dan perasaan.

Oke selanjutnya kita belajar tentang islam dari ciptaan Allah yang terbesar, yaitu:

Alam Semesta.

Bagaimana ceritanya jika kamu bilang alam semesta ini tidak ada yang bikin? Apapun yang tercipta sudah pasti ada penciptanya.

Kamu ingin klaim bahwa itu bukan ciptaan Allah? Hey bro, informasi original ini ada didalam Alqur’an.

Alqur’an itu murni tanpa ada yang bisa mengubahnya sejak wahyu-wahyu yang diturunkan oleh Allah S.W.T kepada para rasulnya.

Kalau kamu bicara tentang Sistem Informasi sama orang yang ber-idealisme akan Sistem, kamu akan mendengar kata-kata yang berani saya simpulkan seperti ini:

“Tidak ada sistem yang paling sempurna di dunia, kecuali Alqur’an”

Armin Martajasa

Kesimpulan

Artikel ini bukan propaganda atau menyuruh-nyuruh orang untuk memeluk agama islam, karena islam tidak seperti itu.

Islam itu indah, kalau kamu ingin menikmati indahnya hidup bersamanya, silahkan masuk. Namun jangan lupa juga untuk belajar sebelumnya.

Jika kamu tidak punya agama (seperti orang-orang di kota besar dunia) sehingga hidupmu tidak mau diatur oleh sistem kehidupan, kamu tidak akan merasa bahagia dalam mengisi hidupmu.

Ingat ya secara tertulis atau tidak, sistem kehidupan itu ada didalam diri kita dan kehidupan disekitar kita. Dan kita tidak bisa menghindar.

Hati-hati jika hidupmu tidak punya buku petunjuk (Manual Book).

And my manual book in this life is Alqur’an !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *