Belajar Hidup Sederhana dari Presiden Soekarno

soekarno vector flat design

Presiden Soekarno bagi saya merupkan sosok yang benar-benar presiden, karena kriteria presiden adalah yang “MERAKYAT”. ini salah satu arsip menarik yang saya dapatkan dari beberapa sumber tentang pesta yang di adakannya: Party pertama setelah menjabat menjadi presiden.

Bisakah anda bayangkan jika anda di lantik menjadi seorang presiden ? Jika hal itu terjadi maka rata-rata dari kita adalah merancang struktur dan strategi untuk negara yang baru saja kita pimpin, seperti membentuk sebuah kabinet, atau menandatangani sebuah dekret.

Tapi Presiden Soekarno beda. Dalam perjalanan pulangnya setelah resmi menjadi presiden pertama yang memimpin lebih dari 70 juta jiwa rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari itu mengadakan party/pesta dengan sekonyong-konyong berhenti dalam perjalanan nya karena melihat seorang tukang sate yang bertelanjang dada dan nyeker alias tidak memakai alas kaki.

“Sate ayam lima puluh tusuk!”, perintahnya. Lalu disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor..sambil berjongkok !

Bandingkan saja hal ini dengan perjamuan mewah yang di adakan oleh presiden-presiden kita berikutnya, hal ini terdengar seperti tidak mungkin. Jangankan untuk kelas presiden, masyarakat indonesia penganut mapanisme (kebiasaan yang kebanyakan dan rata-rata di lakukan) saja belum tentu mau melaukakn hal seperti ini.

Ini adalah salah satu contoh kedekatan presiden soekarno dengan rakyatnya, dimana selain itu kita mengetahui bahwa kedekatan yang lainnya adalah tindakannya yang memperbolehkan untuk berdiskusi secara langsung dengan rakyat. Intinya bahwa Presiden Soekarno tidak mengunggulkan citra, namun mengunggulkan kesederhanaan.

This is a real president, sebuah contoh tokoh yang benar-benar sayang kepada rakyat dan negaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *