Bahasa Melayu Sambas Yang Jarang Diketahui

bahasa melayu sambas

Bahasa melayu sambas itu agak sedikit berbeda dengan bahasa melayu lainnya baik yang ada di Kalimantan Barat maupun melayu yang ada diseluruh dunia.

Perbedaan dialek bahkan pengucapan kata-kata di tiap daerah pada bangsa orang melayu itu yang saya perhatikan hampir mirip, namun masih banyak perbedaan-perbedan yang mencolok.

Pada tahun 2009 saya pernah satu minggu berada di Propinsi Kepulauan Riau yaitu di Ibukotanya Tanjung Pinang.

Saya berkunjung ke rumah saudara yang ada disana, namun bahasa melayu nya sangat jauh berbeda. Belum lagi siaran dari TV swasta Kota Batam yang saya tonton di kota tersebut, juga menunjukkan banyak perbedaan.

Lalu kenapa bisa berbeda?

Jangan kita bahas disini, karena disini kita tidak sedang membahas kulturasi budaya dsb. Kita hanya akan membahas bahasa melayu sambas yang bahkan saya juga belum mengetahui nya.

List Puluhan Bahasa Melayu Sambas

Katanya, saya berdarah melayu sambas maka dari itu saya juga harus tau dan mempertahankan budaya ini.

Dan rasanya sedikit gokil jika terlalu banyak yang tidak saya ketahui. Takutnya nanti akan hilang oleh perbuatan saya sendiri ke anak cucu. padahal nikah aja belum

Dulu saya pernah membahas tentang pelestarian tanjidor sambas, dan itu adalah salah satu usaha saya untuk melestarikan budaya melayu sambas.

Berikut list bahasa sambas yang masih banyak belum saya ketahui :

  • Pak Akal Lah
  • Teberangau
  • Bopet = Lemari
  • Rangang = Bau Pesing
  • Belungkor = Tikar/Alas berupa tenunan dari daun Nipah.
  • Tangah garai
  • Bangkup = Mata bengkak habis menangis terlalu lama.
  • Gabbar
  • Kelentet
  • Baus = Bosan
  • Tempuras
  • Sondok
  • Sogol
  • Gogon = Tekun, Serius, Konsisten
  • Peringak = Suka Menghina, Pengolok
  • Seduni = Kasur
  • Cibok
  • Somo
  • Penyawan
  • pandak
  • bajjoh
  • Penar
  • Gaboran
  • Babok
  • Babbang = Sinting, Tidak Normal
  • Cokolok
  • Soso = Nakal
  • Ticonet
  • Tuyak
  • ngeladdik
  • Nuntut
  • Gerammus
  • Tiberangau
  • paggat = Putus (cth: cinteku paggat)
  • Kabak
  • Melaner = Mengkilat, Glowing
  • Tepelecok
  • Tegogok = Diam (duduk, dsb) disuatu tempat.
  • Tecagul
  • Buntas = Terasa Sangat Kenyang di perut
  • Tekakkai
  • Nirau = Ngecek, melakukan pengecekan
  • Taem = Berhenti
  • Meadek
  • Jerampah = Hobi ngomong, tidak sombong
  • Rencong Pisang = Seberang (rumah dsb) namun tidak tepat di depan.

Memang ada kata-kata yang sudah diketahui, namun sangat jarang saya gunakan. Mungkin karena separuh hidup saya tidak dihabiskan di tanah Borneo, tapi Sundanese.

Tapi teman-teman juga banyak yang masih belum mengetahui mungkin kerena pergeseran budaya. Mereka lebih bangga menggunakan bahasa yang kebarat-baratan. Hadeuh.

Budaya Sombong Pakai Bahasa Barat

Saya pernah lama tinggal di pulau orang, dan sisanya saya tinggal dan hidup di pulau/tanah kelahiran saya sendiri.

Saya memperhatikan banyak anak muda yang dengan sengaja menggunakan bahasa dari negeri barat, atau setidaknya bahasa indonesia.

Sebenarnya tidak masalah, karena kita tidak akan maju kalau tidak mengerti bahasa orang lain. Namun:

Bahasa ibu harus tetap di jaga !

Armin Martajasa

Itu adalah warisan budaya, dan budaya akan membentuk kita pada karakter asli. Sehingga kita tidak mudah dijajajah secara budaya.

Jika budaya kita telah terjajah, kita tidak akan mengenal lagi apa arti sopan santun dari timur, senyum ramah khas ala timur, bahkan dasar nurani yang sudah tertanam dari zaman nenek moyang kita dulu.

Penutup

Bagi orang melayu sambas, saran saya mari kita lestarikan bahasa melayu sambas, tulis dan arsipkan bila perlu.

Dan bagi teman-teman yang bukan dari melayu keturunan sambas juga harus melestarikan bahasa dan budaya nya masing-masing, agar tidak hilang ditelan zaman.

Dan yang pasti tidak akan mudah dijajah oleh bangsa asing, sehingga budaya kita di hilangkan. Hidup Indonesia !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *