Home » Blog » Opini » Ternyata ini alasan utama Blogging, tapi ada efek sampingnya lho..

Alasan Utama Blogging yaitu Belajar, tapi..

Alasan Utama Blogging

Alasan utama blogging setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang ingin mencari tambahan penghasilan, ada yang memang hobi menulis, ada juga yang ngeblog demi Gengsi.

Wah kalau yang terakhir ini saya jamin deh, gak bakalan lama umurnya ngeblog. Kecuali pas ditengah jalan dapat Hidayah sehingga yang tadinya hanya sekedar gengsi-gengsian biar dilihat keren sama lingkungannya tiba-tiba berubah menjadi Blogger stadium empat!

Tujuan saya menulis artikel ini sebenarnya hanya untuk memberitahu satu sisi Blogging yang jarang orang baru lakukan (saya juga orang baru sih, cuman mulai ngeblognya bukan di tahun ini), walaupun sudah tau alasan utama blogging yaitu untuk belajar, namun saya yakin hanya baru sekedar kulitnya saja. Bahkan saya sendiri juga baru menyadari dalam 2-3 tahun belakangan ini, namun baru kali ini saya tulis menjadi sebuah artikel khusus.

Ternyata ini alasan paling utama saya ngeblog selama ini

Jika diperhatikan dari semua konten yang sudah saya tulis, dan dalam beberapa kesempatan saya baca kembali ternyata alasan utama saya Blogging atau biasa disebut Ngeblog yaitu untuk Pembelajaran terhadap Diri Sendiri!

Saya merasa lebih mudah mencerna suatu informasi ketika saya menuliskannya/melakukaannya kembali namun dengan niat untuk berbagi. Kata “Berbagi” ini jika di artikan lebih spesifik lagi yaitu Mengajarkan.

Belakangan saya mengerti itu sebabnya kenapa saya selalu punya niat untuk sharing/mengajarkan kembali apa yang sudah saya dapatkan. Dan saya sangat begitu yakin dengan hal yang akan saya ajarkan kembali kepada para pembaca karena saya juga sebelum menulis artikel biasanya melakukan eksplorasi-eksplorasi ringan yang berkaitan dengan artikel tersebut. 

Walaupun tidak sedalam beberapa konten yang saya harus bertanggungjawab penuh didalamnya. Karena saya pikir mending kuliah saja, lalu bikin Skripsi, Tesis, atau Desertasi agar bisa menyelam jauh lebih dalam lagi kebidang yang ingin saya ketahui tersebut.

Jadi saya menulis adalah untuk mengetahui apa yang belum saya ketahui, lalu begitu sudah tahu, akan saya kabarkan kepada teman-teman dan para Subscriber saya akan ilmu terbaru yang sudah saya dapatkan.

Efek Samping menjadikan Alasan Utama Blogging untuk belajar

Namun jangan dikira orang yang blogging dengan tujuan seperti ini tidak mempunyai efek samping. Walaupun masih belum bisa dikatakan apakah efek samping ini negatif apa positif.

Untuk saat ini, saya merasakan ada 4 efek samping (semi-negatif/positif) tersebut, yaitu:

A. Tidak terlalu mengharapkan Visitor

Dari zaman awal kenal yang namanya Blogging, saya pasti mengharapkan visitor. Dan saya yakin anda juga seperti itu. Namun beda halnya sekarang ini.

Saat ini saya tidak merasakan semangat yang berapi-api untuk bersaing keyword, mendapatkan puluhan ribu pengunjung perhari, ada atau tidak subscriber per-minggu, bahkan lebih parahnya lagi, saya sudah merasakan kepuasan yang luar biasa ketika saya mampu membuat konten yang super lengkap lalu membacanya sendiri. Karena saya manganggap bahwa hal itu merupakan bagian dari mengulang pelajaran.

Artinya bagi yang ingin belajar ya silahkan, kalaupun masih belum berniat belajar bareng di blog ini ya monggo saja. Sukur-sukur mau belajar dan sama-sama mendapatkan ilmu yang sama.

B. Tidak berorientasi pada Review dapat Uang

Fenomena menjadi reviewer atau influencer itu memang sangat terasa sekali ketika Google mengubah Algoritma pencarian di mesin pencarinya hingga 160 derajat. Sebelum ada sistem update algoritma dulu orang-orang ngeblog ya buat Google Adsense atau PPC, Bisnis Affiliate, atau jualan produk di blognya.

Hari ini dunia berubah, seiring kemajuan teknologi maka perusahaan mesin pencari pun mengubah pola kerjanya, yang pada akhirnya berimbas kepada Trend Mode Blogging saat ini.

Mulai dari Style (Travel Blogger, Blogger Kuliner, Techno Blogger), hingga cara mereka mendapatkan penghasilan dari Blogging.

Bisa dapat jalan-jalan gratis bagi yang traveller. Waktu itu sempat kaget melihat Chris Stevens (Backpacker Banter), Hingga sang Solo Traveller yang rela meninggalkan kehidupan mapan-nya demi mengejar kepuasan menjadi Seorang Blogger Kiersten Rich (The Blonde Abroad).

Banyak teman-teman yang melakukan Blogging untuk mendapatkan uang dari melakukan review suatu produk, atau event tertentu.

Ada juga yang menjual jasa postingannya untuk membahas atau sekedar menulis produk-produk yang sedang dikampanyekan suatu perusahaan.

Bahkan ada juga lho yang sampai jadi Blogger Brand Ambassador dari perusahaan tertentu.

Apakah semua itu jelek? tidak, saya katakan itu Absolutely sangat bagus, karena dapat menghasilkan uang juga pengalaman dari perusahaan-perusahaan ternama.

C. Blognya sudah pasti Gado-gado

Seperti layaknya orang yang haus akan belajar, tidak mungkin dia bisa fokus disatu bidang itu saja. Selalu saja ada godaan yang berat untuk menuliskan hal-hal yang sayang sekali jika tidak diposting di Blog. ya kan?

Saya sangat menyukai orang yang ngeblog menggunakan niche tertentu, dan itu sangat sering saya lakukan beberapa tahun kebelakang. Namun untuk saat ini sejujurnya saya tidak mau menyiksa diri sendiri dengan menahan-nahan ilmu yang sangat ingin saya kepoin.

Saya hanya ingin berpikir realistis, dan belajar jujur terhadap diri sendiri. Bahwa saya sangat haus akan ilmu itu ini itu ini dan semoga ini tidak pernah berakhir hingga nanti.

D. Kualitas Blog bukan yang Utama

Taukah kamu, Blogging dengan tujuan yang saya maksud ini adalah Blogging dengan style Apatis. Walaupun pada awalnya anda seperti blogger normal, namun lama kelamaan anda seperti anti sosial. Karena prinsipnya DIY (Do it Yourself = Lakukan saja sesukamu).

Ini sudah berbahaya, sudah masuk kedalam ranah Filosofi, sudah menjadi darah daging. Namun disisi lain kita bisa bilang inilah Blogger Sejati. Dia sudah tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitar lingkungan blogger nya, yang penting tujuan nya hanya satu, yaitu Belajar hal-hal baru. iya tidak? Correct me if i’m Wrong, please.

BLOGGING IS NOT JUST A WRITING, BUT IDEOLOGY

Armin.

Belajar dari Piramida Belajar

Kita beralih ke Teori dulu sebentar. Jadi ternyata ada yang membenarkan apa yang sudah saya pikirkan saat ini. Tidak tanggung-tanggung, beliau adalah Mahasiswa Teknik S1 dan S2 nya di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), dan sekarang sedang menjalani studinya di Australia mengambil konsentrasi Teknik Fisika, ya, itu ilmunya para Scientist.

Dari video yang beliau buat, bahwa terdapat beberapa media pembelajaran. Dan media pembelajaran terkuat adalah dengan cara “Mengajarkannya Kembali”. Yess! saya langsung bersemangat dan kata perkata saya cerna kalimatnya.

Alasan Utama Blogging
  1. Belajar di Kelas 5%
  2. Membaca 10%
  3. Audio Visual 20%
  4. Demonstrasi/Tutorial 30%
  5. Diskusi 50%
  6. Latihan 75%
  7. Mengajarkan orang lain 90%

Akhirnya singkron dengan apa yang sudah saya lakukan selama ini, kalau diukur skala sinkronisasinya dengan yakin bisa saya katakan 99%.

Ternyata apa yang sudah saya lakukan saat ini sudah benar, tinggal mengaplikasikannya ke Dunia nyata. Apakah itu sebagai seorang Trainer, Dosen, Narasumber, atau bisa jadi Seorang Guru. Ya Guru Mata Pelajaran Blogging 😀

Video nya akan saya tempel dibawah bagian yang paling akhir dari posting ini, tenang saja 🙂

Kesimpulan dan Saran

Tulisan ini hanya berlaku untuk Blog ini saja (www.armin.id). Tapi jika saya harus memulai sebuah blog untuk tujuan Komersil, mungkin disitulah saya akan berjuang sama seperti anda. Jadi jangan kaget jika suatu saat saya juga bisa mempunyai blog ber-Niche seperti Blogger Komersial lainnya.

Kata Mengajarkan bukan berarti saya ini ahli ya, tapi tujuan saya agar saya dapat mempelajarinya lebih dalam lagi dan mudah untuk mengingatnya. Ini cara gue, cara loe !?

Saran terbaik dari saya yaitu:

Jika anda tidak ingin menyiksa diri anda sendiri, buatlah lebih dari satu blog. Yang satu gado-gado, dan satunya lagi blog dengan Niche yang benar-benar menjadi Passion anda saat ini.

Bagaimanapun juga yang namanya dapat uang dengan cara yang halal itu baik, jangan pernah menolak tawaran review atau product promote posting. Dan jika anda merasa sanggup, jadikan itu sebagai profesi sampingan atau malah akan jadi profesi utama (FullTime Blogger Reviewer).


Dipenghujung tulisan saya katakan bahwa pendapat dan cara pandang masing-masing tiap orang berbeda. Jika ada yang salah dan menyindir perasaan anda, saya mohon maaf. Karena saya hanya ingin menulis apa yang ada didalam pikiran saya saja, disisi lalin saya juga butuh masukan dari teman-teman, para senior, para mastah, yang sudah sangat lama bergemelut di dunia Blogging ini. hampura

Mari kita tonton video yang sudah saya janjikan diatas. Sebaiknya kasih penghargaan dengan cara sederhana yaitu Like dan Subscibe Channelnya jika kamu merasakan dapat manfaat dari Channel tersebut. Bukan Promo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *